Pendidikan, Regenerasi, dan Acuan Pandang.

Categories Artikel, Kemahasiswaan

Penulis : Selvia Novianty (12013020)

 

“Melalui ngerti, ngrasa, lan ngelakoni (menyadari, mengisyafi, dan melakukan), budi pekerti yang dibentuk untuk merdeka dan mandiri akan hadir adab ” — Ki Hajar Dewantara, Bagian Pertama Pendidikan, Yogyakarta; Majlis Luhur Taman Siswa 1967

Sebuah proses pendidikan akademik berbasis keilmuan dalam suatu lembaga pendidikan formal sudah selayaknya dapat ditempuh bagi segelintir orang yang beruntung, seorang mahasiswa.

Menjalani kurang lebih 4 tahun lamanya, menganyam jalur pendidikan tersebut; Dunia pendidikan memiliki peran dalam pembentukan pahlawan-pahlawan. Wilayah ini menjadi ruang untuk mempersiapkan anak-anak panah untuk kelak mereka juga menjadi pahlawan. Sebab hanya pahlawan yang menghasilkan pahlawan.

Namun, ada sesuatu yang baru ditemukan, sebuah pemikiran sederhana dimana, ketika seseorang telah mencapai batas tertentu dalam setiap runut kala waktu kehidupannya, adakah proses pergantian peran seseorang tersebut?

Kebutuhan regenerasi muncul.

Seseorang yang baru harus lahir menggantikan keberjalanan kehidupan, dalam aspek tertentu.

Ibarat,

Manusia tidak hanya menerima kodrat pada umumnya; tetapi juga, kodrat manusia sebagai yang diubah pada tiap babakan sejarah; dan sebuah transformasi kodrat manusia yang terus menerus — Karl Marx

Bahwa regenerasi adalah kodrat.

Dalam proses yang bernama regenerasi, berbagai metode dengan penyesuaian Target Audiens disampaikan, berlangsung sebuah tempaan yang dinamakan pendidikan.

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu. — Ki Hajar Dewantara

Keraguan tidak bisa dihindari dalam sebuah proses pendidikan, karena semata-mata pendidikan itu sendiri bukan hanya datang dari sebuah sistem, antara pendidik dengan anak didik, bukan sebuah pembenturan materi dengan metode yang diterapkan, tetapi sebuah proses pendidikan bisa muncul sendirinya dengan adanya sebuah Acuan Pandang.

Keraguan tersebut memacu untuk memaknai regenerasi dalam arti yang lebih luas. Pemahaman terhadap kondisi sekitar yang dibenturkan dengan kondisi ideal membuat diri ini berkontemplasi untuk membentuk kepribadian diri dalam proses pendidikan dengan konteks regenerasi.

Acuan Pandang; biasa populer disebut sebagai Role Model.

Mereka yang lebih dahulu menerima proses pendidikan, bukan berarti mereka lebih baik daripada kita, tetapi setidaknya mereka kadang memberikan contoh dari berbagai intrik-intrik kehidupan yang telah mereka jalani terlebih dahulu, fungsi penyaringan dibutuhkan dalam konteks ini. Namun hal tersebut merupakan sebuah proses pendidikan yang berjalan dengan sendirinya. Autopilot.

Karena sejatinya proses pendidikan yang berkaitan dengan Acuan Pandang tersebut dapat diibaratkan,

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung anak panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapatkan malu, apabila ia berbicara pada musuh-musuh di pintu gerbang.

Namun, tipisnya perbedaan pengalaman dan ilmu antara acuan pandang dengan pengacu pandang terkadang menyebabkan tipisnya perbedaan kualitas diri; sehingga sulit menemukan sosok teladan dalam diri acuan pandang belakangan ini.

Adakalanya terdapat Acuan Pandang yang luar biasa, namun periode regenerasi dan organisasi yang singkat sering kali membuat sosok teladan tersebut tak terpatri dalam diri pengacu pandang. Acuan pandang bertanggungjawab hingga pengacu pandang mampu melakukan hal yang pernah dilakukannya, terlebih, bahkan lebih baik. Sehingga pada akhirnya terbentuk pola pikir,

Aku mendapatkan hutang berupa ilmu-ilmu yang kudapat selama aku memantaskan diri dengan berorientasi kepada acuan pandang; sehingga aku harus membayar hutang tersebut dengan menjadi acuan pandang yang dapat menghasilkan regenerasi kepada pengacu pandang.

Dan proses pendidikan tidak akan berhenti, akan terjadi secara terus menerus.

 

Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" ITB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *