FIELDTRIP ANTAM HMTG “GEA” ITB

Categories Artikel, Kegiatan, Lapangan

1395163_763677080352930_13309461824765508_n

ANTAM (PT. Aneka Tambang Tbk.) merupakan perusahaan milik pemerintah indonesia dan masyarakat sebagai industri pertambangan. Sebagian besar saham dari perusahaan ini milik pemerintah sebesar 65% dan sisanya milik masyarakat. Perusahaan ini mengelola , mengeksplorasi dan memasarkan sumber daya mineral di Indonesia. Beberapa cakupan mineral yang menjadi komoditas utama ialah bijih nikel, emas, perak, batubara dan bauksit.

Salah satu produksi emas dan perak ANTAM berasal dari daerah Pongkor, Jawa Barat, tempat yang GEA kunjungi, dan merupakan tambang bawah tanah. Menurut informasi yang didapatkan, tambang emas pongkor memiliki tiga urat emas utama yakni Ciguha, Kubang Cicau dan Ciurug. Metode yang digunakan yaitu conventional cut and fill stoping dan mechanised cut and fill.

Pada kesempatan ini, GEA berkesempatan mengikuti kegiatan fieldtrip ke ANTAM untuk mendapatkanpengetahuan lebih tentang eksplorasi mineral. Tidak hanya itu, dapat juga mempelajari lokasi cebakan mineral di wilayah tersebut secara menyeluruh seperti, dimensi cadangan yang ekonomis ditempat itu, sebaran, tipe alterasi, mengetahui segala informasi source-nya dan melakukan segala kegiatan lapangan seperti analisis singkapan.
Pada tanggal 20 mei 2014, GEA melaksanakan kegiatan fieldtrip GEA yang pertama dan merupakan salah satu program kerja dari divisi lapangan. Keberangkatan dijadwalkan pada pukul 2.00 pagi. Namun karena beberapa hal, akhirnya keberangkatan dimulai pukul 03.00 WIB. Fieldtrip kali ini didampingi oleh salah satu dosen geologi , bapak Nurcahyo Indro Baruki (Pak Uki). Fieldtrip ini diikuti oleh 20 peserta dari GEA. Fieldtrip berlokasi di ANTAM pongkor, jawa barat. Perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu sekitar 8 jam, sehingga sampai di tempat tujuan pukul 10.30 WIB.
Ketika sampai di Antam, GEA mendapat sambutan dari bapak Nurcahyo dan presentasi tentang eksplorasi dan gambaran geologi daerah pertambangan emas PT. ANTAM, Pongkor. Didalam presentasi yang disampaikan pihak ANTAM menyebutkan bahwa pongkor merupakan daerah pertambangan emas tipe bawah tanah yang ramah lingkungan. Lubang tambang berada sekitar 30 m dibawah permukaan tanah.

Selain itu kita dijelaskan sedikit tentang bagaimana eksplorasi kimia, pengembangan tambang, tipe bijih, dimensi, bentuk bijih, , dan pengolahan emas di PT. ANTAM ini. Setelah pemaparan pengetahuan seputar eksplorasi dan penambangan, kita diajak mengunjungi lapangan tempat penambangannya dan lapangan pengolahan.

Pukul 12.30 GEA melakukan persiapan dengan memakai pakaian lapangan yang lengkap untuk keselamatan. 01.00 mulai mengunjungi tunnel underground mining. Saat di lapangan pemandu lapangan mengajak untuk memasuki tunnel dan melihat singkapan bijih. Di dalam lubang penambangan ini sangat lembab, banyak air dan sedikit oksigen serta gelap, sehingga pengamatan yang dilakukan cukup terbatas. Pemandu memberi tahu bahwa kandungan emas di pongkor tidaklah cukup besar, 1 ton material broken ore, kandungan Au hanya 10%, namun walaupun begitu, masih ekonomis untuk ditambang. “Produksi pongkor dengan freeport bahkan sangatlah jauh perbedaannya, 1 minggu produksi freeport samadengan 1 bulan produksi pongkor”,begitu ujarnya. Dipongkor masih banyak kendala dalam proses pengembangan pertambangan diantaranya masalah air dan limbah tilling.

Pukul 2.00 peserta harus segera meninggalkan lubang penambangan, hal tersebut karena akan segera dilakukan blasting, sehingga harus dilakukan pengosongan area penambangan. Lalu peserta dimobilisasi menuju area pengolahan emas. Disini kita dipandu oleh beberapa orang, yang ternyata aumni metalurgi ITB tahun 2005. Disini dijelaskan proses pemisahan Au dengan metoda elektrolisis dan pemisahan dengan karbon aktif. Sederhananya pertama broken ore dari area pertambangan diangkut lalu digiling menjadi sangat halus lalu pemisahan kandungan didalamnya termasuk pemisahan emas. Hasil akhir berupa blok-blok berukuran 30 x 30cm. Blok-blok ini bukan sepenuhnya emas murni, sehingga akan dilakukan pemisahan lagi. Nah, pemisahan ini tentunya ditempat yang berbeda, bukan di pongkor, bogor.

Pukul 04.30peserta selesai melakukan kegiatan lapangan. Setelah itu mobilisasi menuju office dan melanjutkan acara terakhir, penutupan dan ucapan terimaksih kepada pihak aANTAM. Pukul 05.00 kpeserta bergegas kembali ke bandung. Tidak jauh beda, waktu yang ditempuh sekitar 8 jam dan sampai di ITB puku 01.00 WIB.

 

Faisal Siddiq

Kepala Departemen Lapangan

Bidang Keprofesian

HMTG “GEA” ITB

Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" ITB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *