Platform, Reef, dan Mound, Apa Bedanya?

Categories Artikel, Keprofesian

Platform karbonat adalah area pada daerah laut dangkal tempat terjadi sedimentasi karbonat. Lokasi terjadinya platform karbonat ditentukan oleh faktor tektonik pada bentuk dan kedalaman cekungan sedimen. Faktor utama yang dibutuhkan untuk pembentukan platform karbonat adalah lingkungan dimana suplai terrigenous clastik dan detritus volkanik sangat minimum dan ada suplai kalsium karbonat. Istilah platform karbonat dapat dipakai secara umum pada lingkungan laut dangkal manapun dimana terjadi akumulasi sedimen karbonat.

Reef adalah tubuh karbonat yang terbentuk oleh kerangka organisme benthik seperti koral. Berupa struktur yang resisten yang terbentuk di air dangkal pada platform karbonat. Reef yang tumbuh ke atas biasanya disebut bioherms, sementara karbonat yang tumbuh namun tidak membentuk reef berbentuk kubah tapi berbentuk tabular disebut biostromes.

Mound lumpur karbonat adalah tubuh sedimen yang terdiri atas kristal karbonat halus yang tidak berstruktur. Banyak mound yang terbentuk dari sisa mikroba yang memiliki struktur calcareous dan tumbuh di suatu tempat untuk membentuk tubuh sedimen. Mound lainnya memiliki komponen detritus yang banyak, umumnya dari sisa alga dan bakteri, yang menumpuk membentuk mound yang terdiri dari material lepas. Organisme skeletal seperti calcareous sponges dan briozoa juga dapat berperan dalam membentuk mound lumpur karbonat.

 

Referensi:

Nichols, Gary, 2009, Sedimentology and Stratigraphy 2nd Edition. UK: Blackwell Publishing.

Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" ITB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *