Secuplik Tentang Geologi Teknik

Categories Artikel, Keprofesian, Lapangan

engineeringgeologySeiring dengan revolusi industri, bidang teknik merupakan salah satu bidang yang berkembang. Geologi teknik pada mulanya muncul pada abad XVIII sebagai dampak dari proses konstruksi yakni insinyur terlibat dengan batuan dan tanah pada saat ekskavasi. Pada abad ini muncul tokoh-tokoh yang dikenal sebagai ‘Bapak Geologi’ antara lain Lewis Evans (1700-1756) fi Amerika, William Smith (176901839) di Inggris, Pierre Cordier (1777-1756) di Perancis dan masih banyak lagi. Mulanya, ketertarikan mereka adalah karena keingintahuan dan keinginan untuk menyelesaikan masalah pada teknik sipil dan pertambangan.

Pada akhir abad XIX, ilmu geologi dan teknik seperti berjalan sendiri-sendiri. Sedikit insinyur sipil yang mengerti ilmu geologi. Begitupun sebaliknya, banyak geologiwan yang fokus dan mendalami aplikasi ilmu geologi dalam bidang teknik. Awal abad XX, seorang tokoh ilmu sipil Charles Coulomb dan Macquorn Rankine berhasil mengembangan metode perhitungan deformasi massa bumi di bawah stress dalam pekerjaan enjinering. Selanjutnya pada 1925, Karl Terzaghi mempublikasikan tulisannya Erdbaumechanik mengeluarkan teori tentang mekanika tanah. Dalam publikasi lain, Terzaghi membahas pentingnya mengetahui kondisi geologi dalam pembangunan sipil.

The Association of Engineering Geologists (IAEG) dalam Laporan Tahunan pada tahun 2000 mendefinisikan Geologi Teknik sebagai disiplin ilmu yang menerapkan data geologi, teknik, dan prinsip-prinsip kedua ilmu tersebut yang: a) terjadi pada material batuan dan tanah, fluida permukaan dan bawah permukaan; b) interaksi material-material tersebut dan proses dalam geologi lingkungan sehingga faktor-faktor geologi dapat mempengaruhi dalam tahap perencanaan, desain, konstruksi, operasi dan perawatan struktur bangunan dan dalam pengembangan, pemeliharaan dan siklus sumber daya air tanah.

Geologi Teknik (Engineering geology) dikenal dalam beberapa nama seperti geological engineering, geotechnical engineering, earth science engineering, environmental engineering, engineering geomorphology, dan masih banyak lagi. Dalam setiap nama tersebut terdapat perbedaan fokus pada masing-masing disiplin. Di beberapa Negara, geologi teknik wajib dikuasai oleh lulusan program master. Disebut engineering geologist bila berasal dari program sarjana geologi. Sedangkan disebut geotechnical engineer bila program sarjana yang diambil merupakan enjinering.

David George Price dalam bukunya Engineering Geology, Principles and Practice (2006) mengatakan filosofi dari geologi teknik berdasar pada 3 hal:

  1. Semua pekerjaan enjinering dibangun dalam atau di atas tanah
  2. Tanah akan selalu mengalami reaksi terhadap konstruksi pada pekerjaan enjinering.
  3. Reaksi antara tanah dengan pekerjaan enjinering harus diakomodasi dalam pekerjaan enjineering itu sendiri.
Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "GEA" ITB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *