Profil: Pak Samakun, Sang Penjaga Malam Gedung Prodi Teknik Geologi ITB

Categories Artikel, Kampus ITB

“Pak Samakun……” Siapa tak kenal Pak Samakun? Apalagi untuk mahasiswa yang sering main-main ke gedung Prodi Geologi. Ya, beliaulah Pak Samakun, penjaga malam gedung Prodi Geologi.

DSC01638

Dengar-dengar, Bapak atau lebih tepatnya Kakek berusia 73 tahun ini sudah mulai bekerja di ITB sejak tahun 1966 sebagai penjaga juga. Tapi dulu Pak Samakun bekerja di shift siang mulai dari jam 2 siang s.d. jam 7 malam. Sampai pada akhirnya, sekitar tahun 1997 Pak Samakun pensiun dan ditawari untuk tetap bekerja di Gedung Geologi sebagai penjaga malam. Karena pekerjaannya inilah beliau jadi sering nginap di prodi. Waktu ditanya soal pandangan keluarga beliau, Pak Samakun cuma jawab, “Kan, saya sudah tua ini, jadi walaupun sering nggak pulang. Yah, udah biasa aja. Keluarga nggak keberatan”.

Kalau dihitung-hitung, berarti si Bapak sudah 47 tahun kerja di gedung prodi. Waktu yang tidak sebentar. Pak Samakun menuturkan dulu beliau sebenarnya sulit saat harus memutuskan bekerja sebagai penjaga malam di ITB. Kenapa? Alasannya simpelnya karena dulu gaji yang tidak seberapa, namun karena nggak ada pilihan lain, Bapak tetap ngambil kerjaan ini. Waktu ditanya soal gajinya sekarang, Pak Samakun sambil senyum-senyum bilang, “Sekarang gajinya udah cukup lah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nggak kaya’ dulu. Yah, pokoknya sekarang lebih baik lah”.

Walaupun awalnya berat hati bekerja di ITB, nyatanya Pak Samakun betah jadi penjaga malam di Gedung Geologi sampai 47 tahun. Sekarang Pak Samakun malah senang kerja di Gedung Prodi setelah sekian lama. “Senang, tapi awalnya terpaksa kerja disini. Tapi lama-lama suka juga. Dibawa senang aja, positif. Jadi sekarang kalau malas di rumah ya datang kesini. Kalau sudah nyampe disini jadi males pulang. Hehehehe…” kata beliau.

Karena sudah sekian lama kerja di gedung prodi, Pak Samakun jadi mengenal banyak  orang. Pak Samakun ini kenal 90% dosen geologi, tambang, dan minyak. Belum lagi ribuan sarjana lulusan ITB dari prodi-prodi tersebut. Sampai-sampai nih ya, Pak Chalid bilang kalau Pak Samakun ini Bapaknya Mahasiswa.

“Kalau ditanya suka duka sih, sebenarnya nggak terlalu…. Yaah, biasa-biasa aja. Kalau dibilang senang, ya senengnya apa? Kalau dibilang duka, lha kerjanya cuma gini-gini aja. Cuma sekarang jarang mahasiswa yang mengajak ngobrol. Banyak yang nyapa, tapi Bapak nggak tau namanya. Kalau anak GEA Bapak banyak yang tau. Anak GEA dulu tuh kalau susah lulus malah bangga, kalau lulusnya cepat malah diomongin. Usil emang anak GEA dulu. Tapi sekarang udah beda, udah pada serius kuliah.”

Pak Samakun dengan senyum ramahnya dan kesabarannya nunggu anak-anak GEA beres rapat untuk mengunci pintu Selasar TU Prodi. Pak Samakun yang jadi penjaga di kala mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir sibuk berkutat dengan sayatan batuan, analisis fosil dan sebagainya. Pak Samakun yang masih segar bugar walaupun umurnya yang udah menginjak kepala tujuh. Pak Samakun dengan dedikasinya terhadap pekerjaannya. Dan Pak Samakun dengan positive thinking-nya. Dan Pak Samakun yang dengan suka rela  ketika diajak ngobrol.  PAK SAMAKUN, YOU ROCK, Pak…..!

Oleh:

Lucy Kartikasari (12011078) dan Adelia Kusuma Ayu (12011002)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *