Secuil Cerita dari Gunung Guntur

Categories GEA Explorer, Kegiatan

Gunung Guntur (2249 mdpl) yang terletak di Garut, Jawa Barat merupakan sebuah puncak dari suatu kelompok gunungapi yang disebut dengan Komplek Gunung Guntur. Gunung ini merupakan gunungapi tipe A yang terakhir meletus pada tahun 1840. Karena erupsi terakhir ini relatif masih muda mengakibatkan tingkat erosi di gunung ini masih awal dan morfologinya masih halus belum tercabik erosi. Hasil erupsi terakhir ini mengakibatkan material Gunung Guntur ini relatif lepas-lepas. Hal ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menambang pasir di kaki Gunung Guntur.

Morfologinya yang menarik dan kemungkinan pemandangan di puncak yang indah karena ketiadaan vegetasi menarik minat kami untuk mendaki gunung ini. Gunung Guntur dapat dicapai dari Bandung dengan mudah, banyak angkutan umum yang melewati gunung ini. Kita bisa turun di jalan menuju CIpanas dan kemudian ikut menumpang truk penambang pasir Gunung Guntur sampai ke kaki gunung untuk memulai perjalanan. Perjalanan dimulai dari ketinggian 1000 mdpl hingga 2249 mdpl dengan trek cukup terjal.

Perjalanan dapat ditempuh dari Curug Citiis yang sesuai dengan namanya mengalirkan air yang dingin menyegarkan. Curug Citiis ini merupakan objek wisata yang sering dikunjungi warga Garut karena cukup indah dengan airterjun yang cukup tinggi. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan mendaki berbatu dan menyusuri punggungan dengan jurang yang dalam. Setelah melewati jalan yang berbatu kita masuk ke zona vegetasi renggang yang dicirikan oleh pepohonan yang cukup banyak namun renggang-renggang, disini relatif tidak terlalu terjal namun cukup berat hingga akhirnya kita akan masuk ke tekuk lereng awal dimana pendakian sangat terjal dan material yang kita injak adalah material lepas membuat kita kadang terperosok.

Perjalanan ke puncak sangat berat karena material lepas dan terjalnya punggungan, namun kita disuguhi pemandangan yang sangat indah yaitu padang rumput yang luar biasa. Pemandangan ini menjadi penyemangat untuk sampai di puncak. Sesampainya di puncak kita dapat melihat panorama Garut dan di sebelah selatan nampak Gunung Cikurai yang tinggi menjulang. Di puncak Gunung Guntur ini terdapat manifestasi panas bumi berupa tanah yang sangat panas dan beruap, juga suhu sekitar puncak yang relatif hangat membuat Gunung ini sangat nyaman untuk didaki.

Namun, pemandangan yang indah, manifestasi panas bumi, dan juga kesuburan tanah di sekitar Gunung Guntur ini juga bukan tanpa ancaman. Gunung Guntur masuk ke dalam gunungapi tipe A yang pernah meletus setelah tahun 1600. Menurut Ekspedisi Cincin Api Kompas, tahun 2011 ada sekitar 12 ribu keluarga tinggal di sekitar Gunung Guntur. Kesemua ini tentu berada dalam ancaman erupsi Gunung Guntur apabila kelak terjadi, padahal peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Guntur telah dibuat sejak 7 tahun yang lalu. Sangat diperlukan upaya memasyaratkan mitigasi di sekitar Gunung Guntur dengan berkaca pada erupsi Merapi dan kesiapsiagaan masyarakat sekitar Merapi untuk menghadapi bencana. Diperlukan juga kearifan lokal dari masyarakat Garut dalam memaknai hidup berdampingan dengan ancaman Gunung Guntur.

Oleh : Muhammad Malik Arrahiem (HMTG “GEA” ITB)