Rencana Pembangunan dan Pengembangan ITB

Categories Artikel, Kampus ITB

ITB akan tepat berumur 100 tahun di tahun 2020 atau sekitar 8 tahun lagi. Selama keberjalanannya, terjadi perkembangan bidang ilmu dan juga peningkatan jumlah tenaga ahli/lulusan yang diperlukan. Kapasitas kampus ITB jalan Ganesa terbatas hanya mampu menampung sekitar 15.000 mahasiswa. Sedangkan tahun 2010, jumlah mahasiswa telah mencapai sekitar 20.000 mahasiswa dan pada tahun 2025 diproyeksikan akan menjadi sekitar 30.000 mahasiswa.

ITB juga dihadapkan pada kendala lain seperti aksesibilitas, akomodasi lahan parker, batas ketinggian bangunan, gedung-gedung heritage di ITB, dan juga masalah pendanaan . Hal-hal tersebut menjadi landasan akan pentingnya pembangunan dan pengembangan ITB.

Konsep yang digunakan adalah konsep multikampus. Konsep multikampus ini memiliki makna satu institusi dan satu pengelolaan, namun dalam multi lokasi dan juga adanya multi kegiatan.

Kampus utama adalah Kampus Ganesa yang merupakan pusat aktivitas kerjasama dan networking baik nasional maupun internasional. Kampus ini juga merupakan lokasi model kultural dan tradisi mahasiswa tumbuh sejalan dengan tujuan ITB. Kampus Ganesa juga sebagai prioritas pusat pendidikan dan riset sebagai asset utama bagi civitas akademika ITB, dan kampus ini juga sebagai pusat dari elemen utama untuk mendukung ITB dalam rangka World Class University.

Sedangkan kampus di luar Ganesha adalah lokasi-lokasi strategis untuk menguatkan infrastruktur ITB masa depan. Juga lokasi ini adalah sarana ITB untuk mengekstensifikasi ilmu, pusat penguatan komunitas, lokasi inkubasi bisnis dan teknologi massa depan. Kampus luar ganesha juga dimanfaatkan sebagai lokasi pusat aktivitas kerjasama dengan masyarakat, komunitas, dan industry. Dan terakhir adalah untuk menjamin efektivitas dan efisiensi publikasi produk ITB kepada publik.

Untuk mewujudkan mimpi ini, maka ITB melakukan beberapa strategi. Yang pertama adalah memaksimalkan kampus Ganesa. Strategi kedua adalah Kampus Jatinangor, kemudian Kampus Bekasi, Kampus Walini, dan ITB Malaysia.

Untuk saat ini yang sudah masuk ke dalam tahap pengembangan adalah Kampus Ganesa dan Kampus Jatinangor, sedangkan Kampus Bekasi, Kampus Walini, dan ITB Malaysia masih dalam tahap studi awal.

Pembangunan dan Penataan ITB-Ganesha

1. Pembangunan Gedung JICA

Mulai tahun 2010, ITB berencana membangun 4 gedung baru dengan ketinggian bangunan hingga 10 lantai. Keempat bangunan ini akan didirikan di Kampus Ganesha bagian utara. Pembangunan tersebut akan didanai sebagian oleh pinjaman dari the Japan International Cooperation Agency (JICA) dan sebagian dari Pemerintah Indonesia.

Bangunan baru di kawasan ini, CAS (Center of Advance Studies) yang akan berlokasi di pool kendaraan, CRCS (Center of Research and Community Services) yang akan berlokasi di daerah kantor LAPI ITB dan Puslog ITB, CADL (Center for Arts, Design, and Language) yang akan menggantikan Gedung Serba Guna (GSG), CIBE (Center for Infrastructure and Built Environtment) yang akan bertempat di sebalah barat Gedung Program Studi Fisika dan Program Studi Teknik SIpil, sebelah utara dari Gedung Basic Science.

2. Pembangunan Laboratorium Uji Doping

Bekerjasama dengan Kementertian Negara Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia dalam rangka mengurangi ketergantungan pengujian sampel anti-doping atlet Indonesia ke laboratorium pengujian yang terakreditasi di luar negeri. Rencana pembangunan sarana laboratorium pengawasan doping ini berlokasi di kompleks Sasana Olahraga Ganesha (Saraga) di Lebak Siliwangi, Bandung.

3. Pembangunan Gedung Riset dan Museum Energi & Mineral

4. Revitalisasi Perpustakaan

5. Revitalisasi Sub-Center

6. Pembangunan Selasar & Trotoar

7. Pembangunan Halte

8. Pembangunan Jalan Lingkar TImur

9. Penataan Lalu Lintas

10. Penataan Parkir

11. Pengembangan Kawasan Salman

  • Pembuatan entrance Utara kawasan YPM Salman ITB dan renovasi masjid Salman ITB. Penyelesaian pembangunan gedung GSG dan GSS. Pembangunan Gedung GST berupa 4 lantai parkir basement dan 8 lantai gedung aktifitas pusat pembinaan karakter. Pembenahan Taman Ganesa dan kawasan sekitar pulau salman agar kondusif bagi pusat pembinaan.
  • Pembangunan rusunawa mahasiswa S2 dan S3 ITB
  • Pembangunan Salman 2 : Pusat Pembinaan Karakter dan Technopreneurship.

12. Penataan Area Skanda & Bosscha

13. Usulan Penataan lain (Gedung FTMD, Kimia, Fisika)

ITB Jatinangor

Isu ITB Jatinangor sudah sangat lama didiskusikan oleh massa kampus ITB. Berikut adalah rencana pengembangan ITB Jatinangor.

Akan ada beberapa Program Studi baru yang dinilai perlu dan relean untuk dibuka dan dikembangkan di Kampus Jatinangor, diantaranya :

  • Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian
  • Bentuk program studi baru atau revitalisasi program yang ada (agroteknik, agribisnis, manajemen hutan, teknologi hasil hutan)
  • Bidang Lingkungan, Farmasi, Teknik Kimia, dan Biologi

a)      S1 Infrastruktur Air dan Sanitasi

b)      S1 Rekayasa Hayati

c)      S1 Food Technology

  • Bidang Teknik Sipil, Arsitektur, Planologi, Geodesi dan Geologi

a)      S1 Teknik Sumber Daya Air

b)     S1 Teknik Hidrografi

c)     S1 Survey dan Pemetaan

d)     S1 Rekayasa Infrastruktur Wilayah dan Kota

  • Bidang Ekonomi dan Bidang Manajemen

a)      Ekonomi Inovasi

b)      Ekonomi Spasial

c)       Tekno-Ekonomi

Beberapa fasilitas penunjang kemahasiswaan juga rencananya  akan dibangun di Kampus Jatinangor dengan harapan dapat memfasilitasi kebutuhan kemahasiswaan yang tidak termuat di Kampus Ganesha. Rencananya akan dibangun Convention Hall & Gallery, Laboratorium baru, Gedung Olahraga, dan juga Technopark. Diharapkan juga akan ada transportasi dari Kampus Ganesha ke Kampus Jatinangor, dapat berupa Shuttle Bus dll.

ITB Bekasi

  1. Rencana awal diperuntukkan untuk program Diploma dan Sarjana sesuai kebutuhan Pemkab Bekasi dan industri sekitar;
  2. Rencana diubah untuk program S2 dan S3 dengan program studi diselaraskan dengan arah pengembangan kampus menjadi Kampus Riset Industri;
  3. Saat ini ada peluang untuk mengembangkan Pusat-pusat Riset terkait Biodiversity dengan program kajian tertentu (New Academy New Cluster).
  4. Masalah utama adalah ketersediaan dana pembangunan

ITB Walini

Lokasi dipilih di sekitar KM 100 Bandung-Jakarta di sekitar daerah perkebunan teh.

ITB Malaysia

?

Diskusi

Rencana pembangunan dan pengembangan Institut Teknologi Bandung tentu merupakan sebuah upaya ITB untuk berkembang dan memenuhi kebutuhan negeri. Negara ini memerlukan percepatan pertumbuhan yang salah satunya dapat ditunjang dengan percepatan pembangunan.

Namun rencana pembangunan ini juga tentu merupakan tantangan di massa depan. Tak sedikit mahasiswa yang mempertanyakan tentang eksistensi kemahasiswaan ITB dengan adanya multikampus. Kita dapat membayangkan dengan adanya multikampus dan terpisahnya mahasiswa ITB, maka konsep OSKM, kaderisasi, kegiatan unit, himpunan, Keluarga Mahasiswa ITB tentu akan berubah pula.

Penulis menilai penting sekali untuk seluruh mahasiswa memahami konsep pengembangan kampus dan juga konsep multikampus karena konsep ini akan merubah banyak hal dari kultur kemahasiswaan di ITB.

Maka dari itu, maka mari kita mulai kajian lanjut mengenai multikampus dan juga pengembangan kampus, berikan pula opini, saran, dan kritik demi tercapainya pengembangan ITB yang lebih baik dari hari ini dan juga Bangsa Indonesia yang akan terus Berjaya.

Kesimpulan

Pembangunan dan pengembangan di ITB mencakup pembangunan di Kampus Ganesha, Kampus Jatinangor, analisa kelayakan untuk kampus Walini, Bekasi, dan Malaysia.

Konsep baru multikampus yang mulai dianut oleh ITB akan merubah banyak hal di dalam kultur kemahasiswaan di ITB. Maka diperlukan langkah responsif sebagai tanggapan atas perubahan karena perubahan ini merupakan suatu keniscayaan bagi berkembangnya ilmu pengetahuan khususnya di Institut Teknologi Bandung.

 

Salam,

Untuk Indonesia yang lebih jaya,

1..2..3..GEA!

(Muhammad Malik Arrahiem)

HMTG “GEA” ITB

Sumber :

Sosialisasi Rencana Pembangunan & Penataan Kampus ITB Tahun 2012 – 2014. Direktorat Pengembangan ITB

http://ditbang.itb.ac.id/