AEON: GEA on November

Bulan Oktober (masa-masa UTS) akhirnya berlalu juga. Welcome November ! Beberapa program GEA di bulan November: GSC, LDK/LPKKSP, dan GEOHUMANISM. Dalam beberapa paragraf berikutnya akan dikupas tiga program di November ini. Mari disimak !

GSC (Geology Student Competition) adalah serangkaian acara berbasis keilmuan geologi yang diselenggarakan oleh HMTG “GEA” ITB. GSC pertama kali diadakan pada tahun 2008 dan biasanya diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. GSC 2016 hadir kembali dengan tema “Exploring For The Future” yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2016 – 5 November 2016. Di tahun ini pula HMTG “GEA” ITB bekerja sama dengan AAPG SC ITB dan SM-IAGI ITB. Tujuan diadakannya GSC 2016 adalah mewadahi insan akademik untuk berkembang, berkarya, dan berprestasi dalam hal keilmuan geologi di Indonesia, mempertahankan dan meningkatkan eksistensi acara GSC, menyinergikan organisasi keprofesian dalam lingkungan program studi teknik geologi yaitu AAPG SC ITB dan SM-IAGI ITB, dan meningkatkan silahturahmi antara mahasiswa Indonesia.

dsc_0061

Para Peserta Sedang Sibuk Mengerjakan Soal GSC 2016

Terdapat serangkaian acara dalam GSC 2016, antara lain kompetisi yang dibagi menjadi 2 yaitu kompetisi utama berupa case study dan kompetisi lain berupa paper competition dan photo contest, field trip, dan seminar. Selain acara di atas, GSC juga menghadirkan propaganda melalui media sosial GSC sebagai pembelajaran tentang geologi kepada masyarakat umum dan untuk menyuarakan GSC. Kompetisi utama berupa case study diikuti oleh universitas-universitas berbasis keilmuan geologi di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sriwijaya. Untuk paper competition, photo contest, field trip, dan seminar dibuka untuk umum.

Pemenang case study competition GSC 2016. TIM ITB (kiri) meraih juara 1 kategori ini

Pemenang Photo Contest GSC 2016

  1. Mohamad Rahmat Cahyadi
  2. Riando Elang Desilva
  3. Victorina Arif

Pemenang favorit: Gerald Ardhito Milwan

Pemenang Paper Competition GSC 2016

  1. Firman Habib & Muhammad Ayyub Khairiansyah (Institut Teknologi Bandung)
  2. Ongki Ari Prayoga (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional)
  3. Bella Wijdani Sakina & Prayoga Adryanto (UPN “Veteran” Yogyakarta)

Pemenang Case Study GSC 2016

  1. Tim Monzonit (ITB)
  2. Tim Tonalit (UPN)
  3. Tim Andesit (UGM)

Geohumanism merupakan salah satu wadah yang memfasilitasi massa GEA untuk berkarya dalam pengabdian masyarakat. Sejak tahun 2013, Geohumanism berfokus pada masalah banjir Bandung Selatan, lebih tepatnya di Desa tarumajaya. Tahun 2016 merupakan tahun keempat Geohumanism berada di Desa Tarumajaya dengan mengangkat tema “Studi Hidrogeologi dan Penyediaan Air Bersih Bagi Masyarakat Desa tarumajaya”. Geohumanism 2016 berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Pengelolaan Sumberdaya Air ITB dan Fakultas Kedokteran UNPAD. Kegiatan yang dilakukan adalah studi hidrogeologi, pemetaan titik-titik mataair potensial, social mapping, dan penyediaan instalasi bangunan mataair bersih. Bentuk acara Geohumanism 2016 adalah live in di hari Sabtu-Minggu tanggal 26-27 November 2016 yang diikuti oleh 60 massa GEA dan 10 orang dari FK-UNPAD.

1

Live-in Geohumanism 2016

Geohumanism diawali dengan survei tahap awal berupa pengambilan data terkait mataair bersih, tata guna lahan, dan komunikasi kepada perangkat desa. Survei yang dilakukan terdiri atas tiga yaitu survei geolistrik, survei pemetaan mataair, dan social mapping berupa wawancara masyarakat terkait kesehatan dan lingkungan. Survei akbar ini dilaksanakan pada hari Minggu, 6 November 2016. Sedangkan terkait dengan pembangunan instalasi mataair bersih HIMASDA ITB membantu dalam pembuatan design bangunan. Pembangunan instalasi mataair ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2016 dan telah rampung sekitar 60%.

Kegiatan di Desa Tarumajaya dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Desa Tarumajaya,  Pak Amang dan ketua Geohumanism 2016, M. ‘Ayyub Khairiansyah. Kegiatan dilanjutkan dengan pemetaan mataair, wawancara masyarakat, dan medical check up door to door.

Sesi berfoto massa GEA dengan penduduk Desa Tarumajaya

Semoga dengan mengikuti acara pengabdian masyarakat ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian kita kepada masyarakat, karena tak dapat dipungkiri, nantinya kita akan kembali ke lingkungan masyarakat, membangun negeri.

Leave a Reply