Live In GEOHUMANISM 2013

Kegiatan Live In merupakan salah satu rangkaian acara GEOHUMANISM 2013 yang bertujuan untuk melakukan pemetaan sosial (Social Mapping) masyarakat di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung Selatan.

Peserta menginap di rumah penduduk untuk mengikuti aktivitas warga sehari-hari serta mengetahui permasalahan yang ada di Desa Tarumajaya. Peserta yang ikut berjumlah sekitar 30 orang yang sebagian besar adalah massa GEA tetapi, ada 2 orang massa Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) serta 3 orang massa Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK) berpartisipasi dalam acara ini. Kegiatan Live In dimulai pada hari Minggu, 26 Mei 2013 pagi dengan berkumpul di balai desa kemudian peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk bertemu warga yang rumahnya akan dipakai untuk menginap.

Mengikuti Aktivitas Warga

Sejak hari pertama, peserta sudah ikut membantu warga menjalankan aktivitasnya sehari-hari, di Desa Tarumajaya sebagian besar penduduknya adalah peternak sapi tetapi, ada juga yang bekerja sebagai petani sayur-sayuran, buruh tani, dan wirausaha. Selain itu juga, mereka merasakan kesederhanaan hidup warga Desa Tarumajaya karena tidak semua warga di sana memiliki tempat tinggal atau fasilitas yang baik. Walaupun demikian, peserta Live In terlihat senang dan menikmati aktivitas warga.

312281_10200420068158446_1049540627_n

Berkebun

984288_10200420162120795_930210383_n

Merawat Sapi

988543_10200420089478979_454149739_n

Makan Siang Bersama

Mengajar di Sekolah Dasar

Hari kedua di Desa Tarumajaya, GEA memiliki kesempatan untuk mengajar di SDN 01 dan SDN 02 Tarumajaya bekerja sama dengan Sekolah Bumi, GEA mengajarkan murid-murid SD kelas 3, kelas4, dan kelas 5 tentang bumi, bencana alam, potensi sumber daya bumi, dan sekilas tentang dunia geologi. Selama mengajar, anak-anak terlihat senang dan antusias bahkan mau berpartisipasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Salah satu hal yang menarik yaitu ketika ada beberapa dari mereka ada yang mengangkat tangan saat ditanya ‘Apakah ada dari kalian yang mau menjadi geologist?’

Mengajar di Kelas

Foto bareng

 Berfoto bersama setelah mengajar

Acara Perpisahan

Selasa, 28 Mei 2013 merupakan hari terakhir kebersamaan peserta Live In GEOHUMANISM 2013 dengan warga Desa Tarumajaya. Sebagai acara perpisahan sekaligus berpamitan kepada warga desa karena sudah sangat ramah menyambut kami, diadakanlah acara menonton bersama di balai desa. Seluruh warga desa diundang untuk menonton film. Acara akhirnya ditutup secara resmi oleh kepala Desa Tarumajaya

969139_10200420235242623_930840246_n

Menonton Film

Permasalahan Warga Desa Tarumajaya

Rangkaian acara Live In memang sudah berakhir tetapi peserta diharapkan mendapatkan pembelajaran selama tinggal bersama dengan warga dan sudah mengetahui permasalahan warga sehingga dapat dikaji kembali untuk mendapatkan solusi yang terbaik sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Secara umum, permasalahan warga terletak pada aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Sebagai contoh, permasalahan lingkungan yaitu peternak sapi langsung membuang kotoran sapi ke sungai, padahal tidak jauh dari Desa Tarumajaya adalah Situ Cisanti yang merupakan mata air  Citarum sehingga ketika air baru mengalir tidak sampai 1 kilometer, air Citarum sudah tercemar. Beberapa solusi telah dicoba mulai dari pembuatan biogas dan pupuk organik tetapi, belum berjalan dengan baik hingga wacana relokasi kandang sapi milik warga oleh pemerintah juga hanya sebatas wacana semata. Belum lagi ditambah dengan masalah ekonomi setempat yang masih tergolong rendah dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Bandung Selatan, menurut Kepala Desa Tarumajaya.

GEOHUMANISM belum berakhir, masih banyak masalah yang harus dikaji serta dicari solusinya di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya. Nantikan acara-acara GEOHUMANISM selanjutnya..

Author | Asri Oktavioni Indraswari


Leave a Reply